Wednesday, May 13, 2026

Abad Kedua NU: Digital Challenges & Diversity

Share

Nahdlatul Ulama (NU), organisasi yang didirikan pada tahun 1926, memiliki peran yang sangat relevan dalam sejarah Indonesia. NU telah berkontribusi dalam mempertahankan keberagaman dan toleransi di Indonesia, sejak awal berdirinya. Salah satu contoh kontribusinya adalah penolakan terhadap gerakan Darul Islam pada era 1940-an. Ulama NU, seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, menentang gerakan tersebut sebagai pemberontakan yang harus ditolak demi persatuan bangsa.

Di tingkat internasional, NU mendirikan Komite Hijaz dengan restu Hadratus Syaikh KHM Hasyim Asy’ari, yang bertujuan untuk mempromosikan kebebasan bermazhab di Makkah. Seiring dengan perubahan zaman, NU dihadapkan pada tantangan baru di era digital, di mana internet menjadi sumber informasi utama, terutama bagi generasi muda.

Survei Alvara Research Center pada tahun 2025 menunjukkan bahwa internet menjadi rujukan utama dalam hal keagamaan untuk Generasi Z. Hal ini menuntut NU untuk memperkuat literasi keagamaan dan digital di kalangan jamaahnya, mengingat transformasi jamaah NU dari perdesaan menjadi komunitas perkotaan yang berpendidikan dan kelas menengah.

Dengan pendekatan yang sesuai dengan dinamika baru ini, NU diharapkan dapat terus memainkan peran pentingnya dalam memajukan keberagaman, toleransi, dan literasi keagamaan di Indonesia. Sumber: ANTARA.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto