Wednesday, June 10, 2026

Analisis Harga Bitcoin di Tengah Tensi Perang Dagang

Share

Harga bitcoin (BTC) mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir, memasuki zona merah. Pasar kripto menjadi sorotan karena menantikan perkembangan perang dagang yang akan dibahas dalam Forum Ekonomi Dunia Davos, Swiss. Data coinmarketcap.com menunjukkan harga bitcoin turun 1,98% dalam satu hari terakhir dan 0,90% dalam seminggu terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di USD 91.165,74 atau sekitar Rp 1,54 miliar.

Menurut Financial Expert Ajaib Panji Yudha, pasar kripto mengalami tekanan pada Senin, 19 Januari 2026 karena bitcoin turun di bawah level USD 92.000 akibat ketidakpastian sentimen global. Perkembangan retorika perang dagang yang diawali oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai rencana tarif 10% terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa menjadi salah satu faktor sentimen negatif pasar. Ancaman peningkatan tarif menjadi 25% jika tidak ada kesepakatan hingga 1 Juni juga menjadi perhatian pasar.

Ketidakpastian geopolitik mendorong investor untuk mencari aset aman (safe haven) seperti emas dan perak. Harga emas mencapai rekor tertinggi baru di level USD 4.689,39, sementara harga perak menunjukkan performa luar biasa dengan kenaikan lebih dari 4% ke level bersejarah USD 94,08. Investor mengalihkan aset dari ekuitas tradisional ke aset aman seperti emas dan perak sebagai perlindungan dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

Penting untuk selalu melakukan analisis dan pembelajaran sebelum melakukan keputusan investasi dalam kripto. Liputan6.com menyarankan pembaca untuk melakukan analisis mendalam sebelum membeli dan menjual kripto, serta tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto