Saturday, June 13, 2026

Analisis Terbaru: Permintaan Bitcoin Turun, Sinyal Bearish Menguat

Share

Permintaan Bitcoin Anjlok, Investor Harus Waspada

Penurunan permintaan terhadap Bitcoin baru-baru ini menjadi sorotan bagi para investor di pasar aset kripto. Data terbaru menunjukkan bahwa mata uang kripto terbesar di dunia ini mengalami penurunan permintaan yang signifikan, mencapai level paling bearish sejak Desember 2025.

Permintaan Riil Bitcoin Merosot Drastis

Berdasarkan data dari CoinmarketCap, dilaporkan bahwa indikator apparent demand Bitcoin telah turun mendekati angka minus 147.000 BTC. Hal ini menandakan bahwa minat beli terhadap Bitcoin saat ini belum mampu menyerap pasokan yang beredar di pasar.

Indikator apparent demand sering digunakan untuk mengukur apakah Bitcoin sedang mengalami akumulasi atau distribusi oleh pelaku pasar. Ketika angka tersebut bergerak ke area negatif seperti saat ini, hal itu menunjukkan adanya tekanan jual yang lebih besar daripada pembeli baru yang masuk ke pasar.

Akumulasi atau Distribusi?

Penurunan permintaan Bitcoin ini terjadi di tengah tekanan pasar aset digital yang terus berlanjut dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir tahun 2025, terjadi gelombang aksi jual yang signifikan dari investor jangka panjang, sementara sentimen pasar secara umum lebih defensif.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, karena lemahnya permintaan dapat menghambat Bitcoin untuk membentuk tren pemulihan yang kuat. Investor diharapkan untuk tetap waspada dan hati-hati dalam mengambil keputusan investasi terkait Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Keputusan investasi selalu menjadi tanggung jawab pembaca itu sendiri. Sebaiknya melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual aset kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang diambil.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto