Peningkatan Keamanan Pangan di Indonesia di Tangan Kebijakan dan Anggaran
Membangun kemandirian pangan bukanlah sekadar slogan, tetapi memerlukan tindakan nyata melalui kebijakan dan alokasi anggaran yang memadai. Anggota DPR-RI terpilih periode 2024-2029, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengekspresikan keprihatinannya terhadap anggaran Kementerian Pertanian yang mengalami penurunan signifikan. Meskipun Menteri Pertanian telah mengajukan peningkatan anggaran yang substansial, anggaran yang disetujui oleh Kementerian Keuangan untuk tahun 2025 hanya sebesar Rp8 triliun, jauh berbeda dengan tahun 2018 yang mencapai Rp24 triliun.
Sebagai seorang petani dan Ketua Dewan Penasehat Pasar di Jawa Timur, BHS menegaskan bahwa sektor pangan bukan hanya sekedar sektor ekonomi, tetapi juga pondasi utama dalam menjaga kehidupan manusia dan mendukung pertumbuhan serta kecerdasan generasi mendatang. Dengan bonus demografi yang akan dihadapi pada tahun 2035, pangan yang berkualitas akan menjadi krusial dalam memastikan kesehatan dan perkembangan optimal bagi generasi muda Indonesia.
Selain memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, transformasi hasil panen beras menjadi makanan siap saji seperti nasi dan lauk pauk juga akan mendukung peningkatan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Pentingnya sektor pangan juga tercermin dalam kontribusi besar UMKM dalam perekonomian nasional, yang mencapai 70% dan menyerap 97% tenaga kerja nasional.
Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi negara produsen pangan terkemuka di dunia, mengingat kondisi geografisnya yang mendukung pertanian. Oleh karena itu, peningkatan investasi dan perhatian terhadap sektor pertanian dan pangan sangatlah penting untuk menjaga ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Dengan alokasi anggaran yang memadai, implementasi program pupuk subsidi, benih bibit unggul, dan infrastruktur pertanian lainnya dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian pangan Indonesia.
Berdasarkan pandangan BHS, upaya untuk mencapai swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia tidak hanya akan mampu meningkatkan kedaulatan pangan Indonesia tetapi juga menjaga independensi dan keamanan negara dari tekanan pangan luar. Dengan demikian, pemahaman yang holistik terhadap pentingnya sektor pangan dalam aspek ekonomi, sosial, dan pertahanan nasional harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah guna memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi Indonesia.
