Belarus Minta Pasokan CPO dan Kakao Indonesia
Pemerintah Belarus meminta Indonesia untuk memasok 14.000 ton Crude Palm Oil (CPO) dan 120.000 ton kakao setiap tahunnya. Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, setelah pertemuan dengan perwakilan Belarus di Jakarta. Permintaan ini diharapkan dapat membuka peluang baru untuk ekspor dan kerja sama pertanian antara kedua negara.
Peluang Ekspor ke Eropa
Dengan tingginya permintaan kakao dari Belarus, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas ekspornya ke pasar Eropa. Pemerintah segera merespons permintaan tersebut dengan mempercepat program penanaman kakao skala besar di beberapa daerah guna meningkatkan pasokan di masa depan.
Di samping perdagangan komoditas, kedua negara juga sedang menjajaki kerja sama di bidang mekanisasi pertanian. Indonesia berharap dapat memanfaatkan keahlian Belarus dalam memproduksi mesin-mesin pertanian berat untuk memodernisasi sistem pertanian di dalam negeri.
Menteri Amran menyebut bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memfasilitasi transfer teknologi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional pertanian. Rencana kerja sama akan diimplementasikan melalui skema business-to-business (B2B) dan government-to-government (G2G).
Ini bukan pertemuan pertama antara Menteri Amran dan perwakilan Belarus, setelah sebelumnya bertemu pada 1 Desember 2025. Kedua belah pihak optimis bahwa kemitraan ini akan memperluas kerja sama perdagangan bilateral, investasi, dan teknologi di masa depan.
Sumber: ANTARA
