Bhutan Dikabarkan Melepas Bitcoin Sebesar Rp 17,59 Triliun
Bhutan, sebuah negara yang baru-baru ini mulai menambang dan menyimpan Bitcoin (BTC), dikabarkan telah menjual sebagian simpanan BTC-nya. Data menunjukkan bahwa jumlah kepemilikan Bitcoin negara Bhutan berkurang menjadi 3.100 BTC pada Jumat pekan ini.
Informasi yang dihimpun dari Coindesk pada hari Minggu, 17 Mei 2026 menyebutkan bahwa Bhutan kemungkinan telah menjual Bitcoin senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 17,59 triliun sejak Juli 2025. Ini menjadi pergeseran signifikan dalam kepemilikan aset digital negara Bhutan.
Berbagai Perpindahan Kepemilikan BTC
Dompet yang terkait dengan Druk Holding and Investments (DHI), entitas yang mengelola dana kekayaan negara Bhutan, telah melakukan sejumlah perpindahan Bitcoin. Data dari Arkham Intelligence mencatat bahwa sekitar USD 207 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun Bitcoin telah dipindahkan keluar dari dompet tersebut hanya tahun ini.
Arkham melaporkan bahwa kepemilikan total Bitcoin di dompet yang dikaitkan dengan Bhutan telah menurun dari sekitar 13.000 BTC pada Oktober 2024 menjadi 3.100 BTC pada Jumat lalu. Nilai totalnya mencapai USD 252 juta atau sekitar Rp 4,43 triliun pada saat itu.
Arus keluar Bitcoin dari dompet ini terus meningkat sepanjang tahun 2026. Diperkirakan Bhutan akan menjual semua sisa Bitcoin yang dimilikinya pada bulan Oktober jika tren penjualan terus berlanjut.
Penegasan dari Pihak Berwenang Bhutan
Meskipun data menunjukkan adanya penjualan Bitcoin yang signifikan, pihak berwenang dari DHI membantah klaim tersebut. CEO DHI, Ujjwal Deep Dahal, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk menjual Bitcoin dalam waktu dekat.
Sementara itu, pernyataan resmi dari Bhutan menegaskan bahwa belum ada keputusan untuk menjual sejumlah Bitcoin yang dimiliki. Mereka tidak memberikan komentar khusus terkait pergerakan Bitcoin dari dompet yang dilacak oleh Arkham.
