Seorang hakim federal menolak gugatan perdata pada Jumat, 6 Maret 2026 yang berupaya meminta pertanggung jawaban Binance, bursa kripto terbesar di dunia dan pendirinya Changpeng Zhao terkait transaksi yang diduga membantu kelompok teroris melakukan 64 serangan di dunia. Hakim Distrik AS Jeannette Vargas di Manhattan menuturkan bahwa 535 penggugat, termasuk korban dan kerabat korban, tidak secara meyakinkan menuding para terdakwa secara sengaja terlibat dengan serangan teroris tersebut. Para penggugat mengklaim bahwa serangan tersebut terjadi antara 2017 dan 2024, melibatkan kelompok teroris asing seperti Hamas, Hizbullah, Garda Revolusi Iran, Kataib Hizbullah, Jihad Islam Palestina, dan al Qaeda.
Mereka berupaya meminta pertanggungjawaban Binance dan Zhao atas dugaan transfer ratusan juta dolar AS mata uang kripto ke dan dari FTO (Organisasi Pendanaan Terorisme Asing), serta biliaran dolar AS transaksi dengan pengguna Iran yang diketahui menguntungkan pihak-pihak yang terlibat dalam serangan. Hakim Vargas menyatakan bahwa meskipun Binance dan Zhao mungkin mengetahui peran bursa tersebut dalam pendanaan terorisme, hubungan mereka dengan FTO hanyalah sebatas memiliki akun dan melakukan transaksi di bursa Binance dalam konteks yang tidak terikat.
Hakim juga menyoroti panjangnya gugatan dari penggugat yang dianggap tidak perlu walau tuduhannya serius dan mengatakan bahwa mereka dapat mengubah gugatan mereka. Pengacara dari penggugat tidak merespon permintaan untuk memberikan komentar. Namun, dalam dokumen pengadilan, Binance dan Zhao menyatakan sikap mereka yang mengutuk terorisme.
