Pasar kripto utama berada di zona merah pada Rabu pagi, 16 September 2026. Hingga pukul 08.41 WIB, XRP mencatat penurunan paling dalam dibandingkan aset kripto teratas lainnya, sementara Bitcoin dan Ethereum juga mengalami tekanan.
Bitcoin dan Ethereum Melemah
Harga Bitcoin (BTC) turun 3,04 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$75.577. Dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp17.700, nilai tersebut setara sekitar Rp1,33 miliar.
Pergerakan Bitcoin dalam sepekan terakhir juga masih negatif. Data yang dikutip mencatat penurunan mingguan sebesar 4,11 persen, sementara keterangan lain dalam data yang sama menyebut pelemahan 4,09 persen.
Tekanan terhadap Bitcoin terjadi menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed. Mengutip Yahoo Finance, sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan Clarity Act yang menghadapi kesulitan untuk lolos dalam pemungutan suara di Senat.
Harapan agar rancangan undang-undang tersebut memperoleh sedikitnya 60 suara untuk melanjutkan pembahasan dilaporkan semakin menipis menjelang pemungutan suara pada sore hari. Partai Republik dan Demokrat masih berbeda pandangan mengenai versi terbaru rancangan aturan itu.
Ethereum (ETH) mencatat koreksi lebih besar dibandingkan Bitcoin. Harganya turun 4,73 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 3,98 persen dalam sepekan. Ethereum kini diperdagangkan pada level US$2.395 atau sekitar Rp42,38 juta.
XRP Pimpin Koreksi
XRP menjadi aset dengan penurunan terdalam di antara jajaran kripto utama. Harganya merosot 10,12 persen dalam 24 jam terakhir dan turun 9,78 persen selama tujuh hari terakhir. XRP tercatat berada di level US$1,27.
Binance Coin (BNB) juga bergerak turun. Harga BNB melemah 1,3 persen dalam sehari dan telah terkoreksi 5,75 persen dalam sepekan. Saat ini, BNB berada di posisi US$710,72.
Sementara itu, Tether (USDT) turun tipis 0,05 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 0,08 persen dalam sepekan. Stablecoin tersebut berada di level US$0,9992.
USDC Bergerak Tipis di Zona Hijau
USD Coin (USDC) menjadi satu-satunya aset dalam daftar tersebut yang bergerak di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, pergerakannya nyaris tidak berubah. Dalam sepekan, USDC tercatat melemah 0,01 persen dan kini berada di level US$0,9999.
Pergerakan serempak di zona merah itu berlangsung ketika pelaku pasar mencermati keputusan suku bunga The Fed serta perkembangan pembahasan Clarity Act di Senat Amerika Serikat.
