Bulog Menjaga Kualitas Stok Beras untuk Bantuan Bencana
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa kualitas stok beras yang disiapkan di bandara dan pelabuhan tetap terjaga untuk mengantisipasi bencana. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi cepat ke wilayah terisolir dalam pemulihan pascabencana di Sumatera.
Rizal menegaskan bahwa tidak perlu khawatir dengan kondisi beras yang disimpan di bandara dan pelabuhan karena tidak akan rusak. Bulog telah menguatkan stok beras hingga tiga kali lipat dari kebutuhan masyarakat di setiap gudang Bulog di wilayah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, Bulog juga menyiapkan pasokan siaga 20-50 ton beras di bandara strategis wilayah terdampak, sehingga bantuan dapat segera diangkut melalui udara ketika akses darat terputus akibat bencana alam ekstrem.
Langkah antisipasi Bulog fokus pada bandara di daerah rawan bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Padang. Selain bandara, stok beras juga ditempatkan di pelabuhan untuk memungkinkan pengiriman laut yang cepat ke daerah terisolir yang membutuhkan bantuan segera. Stok siaga tersebut bertujuan untuk merespons kontingensi dengan cepat, memastikan pesawat atau kapal segera dapat mengangkut beras menuju lokasi terdampak bencana.
Rizal juga memastikan bahwa Bulog siap dengan kebijakan cadangan tambahan strategis, seperti mempersiapkan hingga 30 ribu ton beras ketika suatu provinsi membutuhkan 10 ribu ton bantuan bencana. Sebelumnya, Bulog telah memerintahkan pimpinan wilayah dan cabang untuk menyiapkan stok beras darurat hingga 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan titik bencana wilayah Sumatera sebagai langkah antisipasi kebutuhan mendadak pengiriman bantuan pangan ke daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Bulog berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan saat krisis dan memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan beras tepat waktu dan cukup.
