Saturday, June 13, 2026

Bursa Kripto Grinex Ditutup Sementara karena Serangan Siber

Share

Bursa kripto Grinex yang terkait dengan Rusia mengumumkan penangguhan operasinya setelah serangan siber yang menyebabkan pencurian aset senilai 1 miliar rubel atau sekitar USD 13,10 juta. Grinex, meskipun berbasis di Kyrgystan, telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa sebelumnya. Bursa ini menuduh “badan intelijen asing” dari negara-negara yang tidak bersahabat sebagai pelaku serangan, namun klaim ini belum diverifikasi. Serangan tersebut diduga memiliki tujuan merugikan kedaulatan keuangan Rusia. Amerika Serikat mencatat bahwa Grinex membantu pelanggan dalam menghindari sanksi melalui stablecoin A7A5 berbasis rubel Rusia. Rusia sendiri, setelah terputus dari sistem perbankan internasional SWIFT, telah mengembangkan infrastruktur kripto yang canggih untuk memfasilitasi perdagangan luar negeri. Perlu diingat, keputusan investasi selalu menjadi tanggung jawab pembaca, dan Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi tersebut.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto