Christine Lagarde Menolak Stablecoin Berdenominasi Euro
Pada Jumat, 8 Mei 2026, President European Central Bank (ECB) Christine Lagarde dengan tegas menyatakan penentangannya terhadap stablecoin berdenominasi euro. Menurutnya, stablecoin tersebut dapat mengancam stabilitas keuangan dan transmisi kebijakan moneter. Hal ini disampaikan saat Lagarde berbicara di Forum Ekonomi LatAm Banco de Espana di Spanyol.
Penolakan Terhadap Stablecoin Euro
Dalam pidatonya, Lagarde menegaskan bahwa manfaat dari stablecoin berdenominasi euro tidak sebanding dengan risiko yang dapat ditimbulkannya. Ia juga menyoroti bahwa Eropa tidak perlu menciptakan ekosistem stablecoin sendiri, pandangan yang juga disampaikan oleh Presiden Bundesbank Joachim Nagel sebelumnya.
“Argumen untuk mempromosikan stablecoin berdenominasi euro jauh lebih lemah daripada yang terlihat,” ujar Lagarde.
Pentingnya Infrastruktur Publik
Lagarde menekankan pentingnya memisahkan fungsi moneter stablecoin, memperluas jangkauan mata uang cadangan, dan fungsi teknologi yang dapat dilayani melalui infrastruktur publik berbasis uang bank sentral. Bagi Lagarde, Eropa harus fokus pada pengembangan instrumen sendiri tanpa meniru hal yang telah dikembangkan di tempat lain.
Sebagai contoh, Lagarde mengacu pada proyek tokenisasi ECB sendiri, yaitu Pontes dan Appia, sebagai langkah tepat dalam mewujudkan visi keuangan digital Eropa. Proyek ini juga diharapkan dapat memperkuat integrasi pasar modal melalui tabungan dan investasi yang lebih dalam.
Pertimbangan khusus yang ia sampaikan termasuk potensi penarikan dana masif dari bank-bank, serta risiko yang dapat muncul jika stablecoin euro diadopsi secara luas, terutama terkait dengan mata uang asing. Lagarde juga merujuk pada makalah kerja ECB yang memperingatkan akan risiko besar bagi bank-bank zona euro dan kedaulatan lembaga tersebut akibat adopsi stablecoin.
