DPRD Jabar Dorong Pengembangan IKM untuk Tembus Pasar Ekspor
Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian serius dalam mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM), terutama di Kota Tasikmalaya. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah perizinan agar produk lokal mampu menembus pasar ekspor.
Perhatian Terhadap Pelaku IKM
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati, menyatakan bahwa sektor IKM tidak hanya mencerminkan kekhasan daerah, tetapi juga penting dalam menyerap tenaga kerja lokal. Pernyataan itu disampaikan Lina di Bandung, Selasa.
“Pelaku IKM patut diapresiasi karena selain mengangkat kekhasan daerah, mereka juga mampu menyerap tenaga kerja sehingga masyarakat dapat berdaya di wilayahnya sendiri,” ujar Lina.
Tantangan dan Usulan
Tantangan yang dihadapi pelaku IKM di Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya, antara lain fluktuasi bahan baku dan persaingan pasar yang ketat. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk memberikan perhatian lebih agar potensi besar pelaku IKM dapat berkembang optimal.
Komisi II DPRD Jawa Barat juga mengusulkan pendampingan holistik untuk peningkatan kualitas produksi dan penguatan kapasitas usaha secara menyeluruh. Hal ini bertujuan agar kebijakan pemerintah dapat mengatasi permasalahan pelaku IKM dari berbagai aspek.
Meningkatkan Kualitas dan Mendukung Ekspor
Ke depan, DPRD Jawa Barat mendorong pelaku IKM untuk meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar internasional. Dukungan dalam proses perizinan ekspor diharapkan dapat membantu produk unggulan daerah, termasuk dari Tasikmalaya, bersaing di pasar global.
“Harapannya, IKM di Jawa Barat tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dengan dukungan perizinan dan pendampingan yang memadai,” tutup Lina.
Sumber: Antara
