Legislator Dukung Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Jawa Tengah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan dukungan penuh terhadap program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sedang dijalankan di berbagai daerah di provinsi tersebut. Menurutnya, program ini merupakan langkah efektif untuk mengatasi masalah peningkatan volume sampah dan sekaligus mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.
Dalam pernyataannya di Semarang, Mohammad Saleh menyatakan bahwa pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi adalah langkah strategis untuk mengurangi masalah timbunan sampah dan menghasilkan energi alternatif yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya penanganan sampah secara komprehensif dan berkelanjutan.
Dorongan Inovasi dalam Pengelolaan Sampah
Mohammad Saleh berpendapat bahwa inovasi dalam pengelolaan sampah membuktikan bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan energi. Namun, ia juga menegaskan bahwa pengendalian sampah tidak hanya dapat dilakukan melalui teknologi pengolahan di tahap hilir. Upaya penanganan sampah harus dimulai sejak dari hulu, terutama dalam hal kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak tingkat rumah tangga.
Optimalisasi Peran Bank Sampah
Untuk itu, Mohammad Saleh mendorong optimalisasi peran bank sampah di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah untuk mengurangi produksi sampah serta meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang dihasilkan oleh masyarakat. Provinsi Jawa Tengah menghasilkan sekitar 6,3 juta ton sampah setiap tahunnya. Oleh karena itu, pembangunan PSEL di Jawa Tengah akan difokuskan pada tiga kawasan prioritas berbasis aglomerasi yang selama ini mengalami masalah sampah.
