Friday, September 11, 2026

Dua Karyawan Binance Ditahan di UAE: Berita Terbaru

Share

Dua Karyawan Binance Ditahan di Uni Emirat Arab

Belakangan ini, dua karyawan Binance telah ditahan di Uni Emirat Arab dalam rangka penyelidikan terkait potensi kejahatan keuangan yang terjadi di platform kripto tersebut. Informasi ini diungkapkan oleh New York Times (NYT) berdasarkan empat sumber terpercaya pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Penyelidikan di UEA

Menurut laporan yang dikutip dari Channel News Asia, kedua karyawan ini diduga diinterogasi di bandara-bandara di Uni Emirat Arab. Hal ini berdasarkan pernyataan dari dua individu yang mengetahui kondisi tersebut. Namun, belum ada kejelasan mengenai detail penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang di UEA.

Binance sendiri memberikan tanggapannya terkait insiden ini kepada Reuters. Mereka menjelaskan bahwa sejumlah karyawan diminta untuk memberikan pernyataan kepada otoritas UEA sebagai bagian dari proses penyelidikan berkaitan dengan aliran dana dari pihak ketiga melalui rekening klien Binance. Namun, Binance menegaskan bahwa kedua karyawannya bukan target dari penyelidikan dan telah dinyatakan tidak bersalah serta dibebaskan.

Binance dan Regulasi

Sebagai salah satu platform terkemuka dalam dunia kripto, Binance telah menghadapi berbagai tantangan terkait regulasi dan hukum di berbagai wilayah. Pada tahun 2024 misalnya, otoritas Nigeria menuduh Binance dan mantan kepala kepatuhan kejahatan keuangan mereka, Tigran Gambaryan, atas dugaan pencucian uang yang melibatkan jumlah besar. Meskipun demikian, tuduhan ini kemudian dibantah oleh Gambaryan dan pihak bursa.

Binance sendiri telah mendapatkan lisensi untuk beroperasi di Dubai sejak tahun 2022. Mereka juga menyatakan bahwa fenomena mata uang kripto dan rekening uang klien institusional masih merupakan konsep yang baru berkembang di banyak yurisdiksi, sehingga mereka secara aktif berkolaborasi dengan pihak berwenang untuk menetapkan prosedur yang jelas dan sesuai.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto