Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menggarisbawahi pentingnya bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai titik evaluasi terhadap tata kelola hutan nasional. Dalam acara “Lesson Learned Workshop” di Jakarta, beliau menyampaikan bahwa banjir menjadi momentum untuk merefleksikan dan mempercepat evaluasi tata kelola hutan di seluruh Indonesia. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketimpangan antara luas kawasan hutan dengan keterbatasan sumber daya, terutama dalam hal pengamanan. Partisipasi publik dan kolaborasi multipihak dipandang sebagai kunci untuk memperkuat perlindungan hutan, sementara dukungan otonomi daerah juga dinilai penting namun masih minim dalam beberapa provinsi. Momentum bencana banjir ini dianggap sebagai titik balik untuk pembenahan struktural dan membangun sinergi lebih luas demi menjaga kelestarian hutan nasional. Ada kemajuan yang telah dicapai oleh Kementerian Kehutanan dalam pembenahan sektor kehutanan, namun bencana ini menjadi cambuk untuk lebih memperbaiki sektor tersebut guna mencegah bencana serupa di masa depan.
