Regulator China Menemukan Ketidaksesuaian pada Geely EX2 dan BYD Win L DM-i
Pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) menemukan sejumlah ketidaksesuaian pada kendaraan Geely EX2 dan BYD Win L DM-i. Temuan ini menjadi sorotan dalam pemeriksaan kepatuhan produksi kendaraan energi baru di negara tersebut.
Geely EX2 dan Masalah Wheelbase
Pada Geely EX2, masalah yang ditemukan terkait dengan jarak sumbu roda atau wheelbase kendaraan. Beberapa kendaraan yang diuji oleh MIIT memiliki perbedaan wheelbase lebih dari batas toleransi 1 persen yang tercantum dalam katalog resmi pemerintah. Meskipun angka pengukuran aktual tidak diungkap, perbedaan ini dianggap sebagai ketidaksesuaian produksi yang perlu diperhatikan.
BYD Qin L DM-i dan Konsumsi Bahan Bakar
Sementara itu, BYD Qin L DM-i, sebuah model plug-in hybrid, juga mendapat sorotan karena konsumsi bahan bakar dalam kondisi Charge-Sustaining (CS) yang lebih tinggi dari yang terdaftar dalam regulasi. MIIT tidak merilis angka konsumsi yang diuji maupun besaran selisihnya namun menegaskan pentingnya kepatuhan dalam hal ini.
MIIT secara resmi menyatakan bahwa langkah-langkah akan diambil berdasarkan tingkat pelanggaran yang terjadi. Tindakan tersebut bisa berupa perintah perbaikan, penangguhan, atau pencabutan data produk terkait. Meskipun demikian, regulator tidak memberikan rincian mengenai tindakan spesifik yang akan diambil terhadap produsen kendaraan.
Penemuan ini muncul seiring dengan kampanye nasional China yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan kualitas dan kepatuhan produksi kendaraan di negara tersebut. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kendaraan yang diproduksi memenuhi standar yang ditetapkan.
