Bapanas memperkuat stabilitas pangan menjelang Lebaran di Kebumen melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyatakan bahwa kebutuhan bahan pangan masyarakat biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri, yang sering kali diikuti oleh kenaikan harga. Oleh karena itu, GPM diselenggarakan di berbagai daerah dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan produsen pangan. Bapanas terus gencar melaksanakan program GPM di berbagai daerah, telah dilaksanakan sebanyak 2.644 kali di seluruh Indonesia hingga 5 Maret 2026. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau pelaksanaan GPM secara virtual di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah serta mengapresiasi program ini sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga dan menekan inflasi. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat mendapatkan manfaat tambahan berupa lebih dari 3.000 kupon potongan harga senilai Rp5.000 hingga Rp10.000 dengan berbagai komoditas dijual di bawah harga pasaran, seperti beras SPHP, minyak goreng, dan telur ayam.
