Google DeepMind menempatkan Gemini 4 pada tahap post-training dan menargetkan peluncurannya jauh sebelum akhir 2026. Namun, perusahaan belum mengungkap tanggal maupun bulan rilis, termasuk kepastian mengenai ketersediaan model tersebut di Indonesia.
Informasi itu disampaikan Koray Kavukcuoglu, kepala DeepMind, dalam The Information’s AI Agenda Live Summit. Pernyataan tersebut menjadi penampilan publik pertamanya sejak menggantikan salah satu pendiri DeepMind, Demis Hassabis, yang pergi pada Agustus.
Gemini 4 memasuki tahap penyempurnaan
Tahap post-training berlangsung setelah proses utama pembentukan model dasar atau training run selesai. Proses tersebut membutuhkan sumber daya besar untuk melatih model menggunakan data dalam jumlah sangat besar.
Pada fase post-training, pengembang biasanya melakukan penyempurnaan melalui fine-tuning dan reinforcement learning, termasuk dengan memanfaatkan umpan balik manusia. Tahap ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan penalaran, keamanan, dan keandalan model.
Google disebut akan merilis Gemini 4 secara bertahap. Perusahaan diperkirakan memulai dari versi awal, kemudian melakukan perbaikan berdasarkan masukan pengguna, alih-alih menunggu hingga produk mencapai bentuk yang lebih matang. Dengan skema itu, versi pertama yang tersedia bagi publik kemungkinan belum menjadi produk final.
Belum ada kepastian untuk pengguna Indonesia
Bagi pengguna umum di Indonesia, akses awal Gemini 4 kemungkinan akan berlangsung melalui aplikasi dan layanan Google yang telah digunakan saat ini. Meski begitu, Google belum mengumumkan varian produk, harga, atau daftar negara yang akan memperoleh akses.
Karena itu, belum dapat dipastikan kapan Gemini 4 hadir di Indonesia maupun dalam bentuk layanan apa model tersebut akan ditawarkan. Pengguna disarankan menunggu pengumuman resmi Google, bukan menjadikan bocoran sebagai acuan ketersediaan produk.
Rilis bertahap juga dapat berdampak pada pengembang yang membangun produk menggunakan Gemini API atau Google AI Studio. Perilaku model berpotensi mengalami perubahan dalam beberapa pekan setelah peluncuran awal.
Untuk mengantisipasi perubahan tersebut, pengembang dapat menyiapkan lapisan abstraksi agar model bisa diganti tanpa menulis ulang seluruh aplikasi. Pengujian internal juga dapat disusun untuk membandingkan model lama dan baru, termasuk menggunakan kasus penggunaan berbahasa Indonesia. Selain itu, dokumentasi resmi Google perlu dipantau guna mengetahui perubahan harga, batas penggunaan, serta model yang mungkin dihentikan.
Langkah-langkah persiapan tersebut merupakan analisis redaksi, bukan pernyataan resmi dari Google.
Tekanan jadwal peluncuran
Google belum merilis model unggulan baru sejak seri Gemini 3 pada November 2025. Dalam periode yang sama, OpenAI meluncurkan GPT-6 Astra pada 3 September.
CEO Google Sundar Pichai sebelumnya juga sempat menyebut pembaruan Gemini 3.5 Pro akan hadir pada Juni. Namun, model tersebut tidak pernah dirilis. Dengan latar itu, janji peluncuran Gemini 4 sebelum akhir 2026 masih harus dibuktikan dalam beberapa bulan mendatang.
