SEC Gugat Pendiri Privvy Terkait Skema Penipuan Kripto Pakai AI
Pendiri Privvy Dituduh Menipu Investor dengan Skema Kripto Palsu
Security and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat telah mendakwa seorang warga Cypress, Texas atas dugaan menjalankan skema penipuan kripto senilai US$ 12,3 juta. Skema ini melibatkan penggunaan bot perdagangan artificial intelligence (AI) palsu. Nathan Fuller, pemilik Privvy Investments LLC dan dikenal juga dengan nama Gateway Digital Investments, diduga mengumpulkan dana dari 150 investor di berbagai negara.
Fuller menjanjikan investor bahwa bot AI-nya mampu memberikan pengembalian investasi hingga 50% dalam waktu 30-45 hari. Namun, dalam kenyataannya, bot tersebut tidak berfungsi seperti yang diiklankan. SEC menemukan bahwa Fuller hanya menggunakan sebagian kecil dana yang terkumpul untuk berinvestasi secara benar.
Penyalahgunaan Dana dan Pembayaran ala Ponzi
Menurut SEC, Fuller diduga menggunakan sebagian besar dana investor untuk keperluan pribadi seperti membeli properti senilai US$ 1 juta, berjudi, kartu perdagangan, dan liburan. Selain itu, ia juga diduga mengalihkan sejumlah uang kembali kepada investor sebelumnya dalam skema pembayaran ala Ponzi. Total dana yang disalahgunakan mencapai US$ 6,2 juta.
Skema penipuan yang melibatkan kripto dan AI semakin menunjukkan risiko investasi di dunia digital. Investor harus lebih berhati-hati dalam memilih proyek investasi dan melakukan pengecekan yang teliti sebelum menanamkan modal.
