Harga bitcoin (BTC) mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa, (10/3/2026) seiring dengan pasar global setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal bahwa perang AS terhadap Iran kemungkinan akan segera berakhir. Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga bitcoin naik 3,86% dalam 24 jam terakhir dan 2,81% dalam sepekan terakhir, mencapai posisi USD 69.890,14 atau sekitar Rp 1,17 miliar.
Sementara itu, harga Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan sebesar 2,92% selama 24 jam terakhir dan 2,27% selama sepekan terakhir, dengan harga saat ini mencapai USD 2.043,53 atau sekitar Rp 34,45 juta. Menurut laporan dari CBS News, Trump mengungkapkan bahwa operasi yang berhubungan dengan perang Iran berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan, dengan harga minyak yang melonjak melewati USD 100. Pasar pun terguncang karena ketidakpastian perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kondisi ini juga tercermin dalam pergerakan harga bitcoin yang kuat, sebagian karena terus menerusnya pembelian dari investor dan pengelola aset digital. Joshua Lim, Global co-Head of Markets FalconX, menyatakan bahwa sebagian dari kenaikan harga bitcoin juga disebabkan oleh penutupan posisi short di pasar. Pasar terus diawasi karena pergerakan geopolitik yang berdampak langsung pada harga aset digital seperti bitcoin dan Ethereum.
