Kenaikan S&P 500 dan Harga Minyak Brent, Namun Aset Kripto Terbesar Malah Turun
Berita tentang rentetan kenaikan mingguan terpanjang S&P 500 sejak 2023 dan harga minyak mentah Brent mendekati USD 92 per barel, dipicu oleh harapan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun, hal tersebut tidak mendorong kenaikan bitcoin dan ether (ETH), yang justru mengalami penurunan.
S&P 500 Sempurna, Bitcoin dan Ether Malah Turun
Seperti dilansir Coindesk, S&P 500 mencatatkan kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut pada Jumat, 29 Mei 2026. Rentetan kenaikan terpanjang sejak 2023 ini menempatkan indeks naik hampir 20 persen dari titik terendah Maret. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent ditutup sekitar USD 92 per barel, sementara obligasi pemerintah AS juga mengalami kenaikan.
Gencatan Senjata AS-Iran Belum Membantu
Optimisme pasar berasal dari harapan bahwa AS dan Iran akan menandatangani perpanjangan gencatan senjata 60 hari. Presiden AS Donald Trump telah menyatakan kesiapannya untuk membuat keputusan akhir terkait kesepakatan awal tersebut. Namun, hal ini masih memerlukan Iran untuk menyerahkan uranium yang diperkaya dan melakukan beberapa syarat lainnya.
Di saat yang sama, aset kripto seperti bitcoin, ether, Solana (SOL), dan TRON TRX mengalami penurunan. Penurunan ini sejalan dengan tertahannya arus masuk ETF bitcoin spot, yang menjadi faktor penekan terhadap kenaikan aset kripto. Sebaliknya, DOGE mengalami kestabilan dalam harga.
Namun, terdapat pengecualian pada aset kripto yang lebih kecil, seperti Token HYPE Hyperliquid yang justru mengalami kenaikan hingga 19,4 persen dalam sepekan. Sentimen positif terhadap aset tersebut terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
