Harga Bitcoin Terjun Bebas Setelah Data Pekerjaan AS Mengejutkan
Penurunan harga Bitcoin terjadi setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih kuat dari perkiraan, mengakibatkan investor kembali waspada terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Hal ini berdampak pada aset berisiko seperti Bitcoin, dengan harga turun drastis dalam waktu singkat.
Reaksi Pasar terhadap Data Ketenagakerjaan AS
Menurut informasi yang dihimpun dari CryptoPotato, sebelum rilis data ketenagakerjaan AS, harga Bitcoin sempat mencapai US$ 81.000. Namun, setelah laporan tersebut dipublikasikan, terjadi penurunan signifikan hingga mencapai US$ 79.200, dengan selisih sekitar US$ 2.000 dalam sekejap.
Data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan adanya penambahan 162.000 lapangan kerja baru di AS selama Agustus, yang jauh melebihi perkiraan pasar. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari prediksi yang sebelumnya berkisar 55.000-58.000 pekerjaan baru.
Perkembangan Data Pekerjaan AS
Selain itu, tingkat pengangguran AS tetap stabil di angka 4,1%, sementara data bulan Juli mengalami revisi yang signifikan. Jika sebelumnya dilaporkan terjadi penurunan 23.000 lapangan kerja, revisi terbaru justru menunjukkan penambahan sebanyak 21.000 pekerjaan. Rata-rata upah per jam juga mengalami kenaikan sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan.
Laporan tersebut menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang masih kuat, memberikan ruang bagi The Fed untuk menjaga kebijakan moneter yang ketat demi menjaga stabilitas ekonomi negara.
