Tuesday, October 13, 2026

HSBC Luncurkan RedCoin, Stablecoin untuk Pembayaran Harian

Share

HSBC menyiapkan stablecoin bernama HSBC RedCoin untuk mendukung transaksi pembayaran sehari-hari di Hong Kong. Pada tahap awal, aset digital tersebut akan diarahkan untuk transfer antarindividu atau person-to-person (P2P), serta pembayaran dari individu kepada merchant atau person-to-merchant (P2M).

Informasi mengenai rencana tersebut dikutip dari CoinMarketCap pada Rabu (30/9/2026). HSBC merupakan bank terbesar di Hong Kong dan salah satu dari tiga bank yang memiliki kewenangan menerbitkan uang kertas di wilayah tersebut.

Dimulai dari transaksi harian

Fokus awal pada pembayaran dan transfer yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat memperlihatkan pendekatan HSBC dalam membangun penggunaan RedCoin. Stablecoin itu tidak langsung diarahkan pada kebutuhan keuangan yang lebih kompleks, melainkan dimulai dari transaksi antara pengguna maupun pembayaran kepada merchant.

Dalam skema P2P, RedCoin dapat digunakan untuk memindahkan nilai dari satu individu kepada individu lainnya. Sementara itu, skema P2M mencakup pembayaran yang dilakukan individu kepada merchant. Kedua penggunaan tersebut menjadi sasaran awal layanan yang tengah disiapkan HSBC.

Setelah tahap tersebut berjalan, RedCoin berpotensi diperluas untuk melayani kebutuhan perusahaan dan institusi. Perluasan itu dapat menempatkan stablecoin tersebut dalam cakupan yang lebih besar dari strategi HSBC di bidang aset digital.

Namun, informasi yang tersedia belum menyebutkan waktu peluncuran, mekanisme penggunaan, maupun rincian teknis HSBC RedCoin. Untuk saat ini, fokus yang disampaikan adalah pemanfaatannya sebagai alat pembayaran dalam transaksi harian.

Survei menunjukkan pemahaman nasabah

Bersamaan dengan pengumuman mengenai RedCoin, HSBC merilis hasil survei terhadap lebih dari 1.000 nasabahnya di Hong Kong. Survei tersebut mengukur sejauh mana responden mengenali penggunaan stablecoin dalam berbagai aktivitas.

Sebanyak 74 persen responden menyatakan dapat menyebutkan sedikitnya satu penggunaan stablecoin. Angka itu menggambarkan tingkat pemahaman yang cukup tinggi di antara nasabah yang disurvei mengenai potensi pemanfaatan aset digital tersebut.

Penggunaan yang paling banyak disebut adalah perdagangan aset digital dan investasi berbasis token. Sebanyak 57 persen responden mengaitkan stablecoin dengan dua aktivitas tersebut.

Transfer antarindividu berada di urutan berikutnya, dengan disebut oleh 53 persen responden. Adapun remitansi lintas negara dan pembayaran kepada merchant masing-masing disebut oleh 52 persen responden.

Temuan survei itu menunjukkan bahwa pembayaran merchant dan transfer P2P—dua fungsi yang menjadi sasaran awal HSBC RedCoin—sudah termasuk penggunaan stablecoin yang dikenali oleh sebagian besar responden dalam survei tersebut.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto