Tether, stablecoin terbesar kelima di dunia, telah mengakuisisi 8.888 bitcoin selama kuartal IV 2025, meningkatkan total kepemilikannya menjadi 96.185 bitcoin senilai USD 8,42 miliar atau Rp 140,61 triliun. Langkah ini menegaskan komitmen Tether untuk mengkonversi keuntungan menjadi bitcoin, terutama dalam situasi pasar kripto yang masih menarik minat institusional.
Perusahaan analisis blockchain EmberCN melaporkan bahwa Tether melakukan transfer 961 BTC senilai USD 97,18 juta dari Bitfinex pada 7 November, dan dilanjutkan dengan akuisisi besar 8.888,8 BTC senilai USD 778 juta pada 1 Januari. Dengan rata-rata harga akuisisi sekitar USD 51.117 per koin, Tether telah berhasil meraih keuntungan yang belum terealisasi sebesar USD 3,524 miliar.
Selain Tether, Goldman Sachs juga membeli ETF bitcoin senilai USD 1,7 miliar dan Strategy menambah 1.229 bitcoin senilai USD 108,8 juta pada akhir Desember 2025. Sementara itu, harga bitcoin mengalami penurunan menuju USD 88.000 setelah gagal mencapai level tertinggi mendekati USD 93.000, terutama karena tekanan harga jangka pendek.
Strategy menarik perhatian dengan akuisisi saham bitcoin tanpa menerbitkan saham preferen, yang menghasilkan pendapatan setara dengan kepemilikan bitcoin baru. Pergerakan tersebut menunjukkan minat yang kuat dalam aset kripto, meskipun tantangan harga yang muncul di pasar saat ini.
Share
Baca selengkapnya
