Penipuan Migrasi Markets in Crypto-Assets Menjangkiti Pengguna Kripto di Eropa
Penipuan terkait migrasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) kini merambah pengguna kripto di Eropa setelah berakhirnya masa transisi Uni Eropa pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini memaksa penyedia layanan aset kripto yang tidak berizin untuk menghentikan layanan terkait dan mengarahkan pelanggan ke perusahaan berizin atau dompet mandiri.
Estimasi Jumlah Platform Kripto Tak Berizin
Menurut crypto.news, tenggat waktu MiCA telah menciptakan celah bagi penipuan baru terkait proses migrasi. Meskipun estimasi yang mengklaim ada lebih dari 1.700 platform kripto tak berizin berasal dari penyedia data VASPnet, angka ini perlu diverifikasi lebih lanjut.
Analisis dari TRM Labs menunjukkan bahwa ada 1.343 penyedia layanan kripto yang beroperasi di wilayah EEA per 1 Juli. Dari jumlah tersebut, hanya 281 yang memiliki izin MiCA, sedangkan 1.062 lainnya tidak. Hal ini menjelaskan perbedaan angka dengan data registri ESMA yang menunjukkan adanya 323 perusahaan kripto resmi per akhir Juli.
Aturan untuk Penyedia Layanan Aset Kripto Tak Berizin
Regulasi mengharuskan penyedia layanan kripto tak berizin untuk menghentikan penerimaan pelanggan baru, aktivitas pemasaran, dan membentuk hubungan klien baru. Mereka hanya diizinkan untuk melakukan layanan yang diperlukan dalam proses penghentian tersebut. Layanan penyimpanan aset hanya boleh dilanjutkan selama diperlukan untuk menyelesaikan proses keluar dari pasar.
Pelanggan penyedia layanan tak berizin juga tidak mendapatkan perlindungan MiCA dan diimbau untuk segera bertindak jika penyedia layanan mereka tidak tercantum dalam daftar registri resmi. Regulator juga mengingatkan adanya penipu yang dapat meniru pemberitahuan migrasi resmi.
