Pendiri Strategy: Rotasi Modal Dorong Koreksi Harga Bitcoin
Menurut pendiri Strategy, Michael Saylor, koreksi harga bitcoin (BTC) saat ini disebabkan oleh rotasi modal investor ke saham perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga bitcoin turun 0,72% dalam 24 jam terakhir, dengan harga saat ini mencapai USD 62.777 atau sekitar Rp 1,13 miliar.
Investor Lebih Pilih Saham AI daripada Kripto
Menurut Yahoo Finance, Michael Saylor mengungkapkan di media sosial bahwa investor saat ini beralih dengan cepat menuju saham AI, menyebabkan sebagian besar dari mereka meninggalkan pasar kripto. Investor institusi tampak menarik uang mereka dari bitcoin dan mengalihkannya ke investasi di sektor infrastruktur AI. Pada enam bulan terakhir, sudah sekitar US$ 400 miliar atau Rp 7.223 triliun yang dialokasikan ke sektor tersebut, yang berujung pada koreksi harga bitcoin.
Michael Saylor sendiri tetap optimis terhadap masa depan bitcoin meskipun situasi saat ini. Dengan memegang 843.706 bitcoin senilai US$ 53 miliar atau sekitar Rp 957,15 triliun, Strategy masih menjadi pemegang bitcoin terbesar di dunia. Meski baru saja menjual 32 bitcoin senilai US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 45,14 miliar, Saylor yakin bahwa volatilitas bitcoin bisa menciptakan peluang-peluang baru.
Kritik terhadap Penjualan Bitcoin Strategy
Namun, tidak semua pihak sepakat dengan keputusan Strategy untuk menjual sebagian bitcoin-nya. Para analis mengkritik langkah tersebut, menyebut bahwa hal itu justru memperburuk sentimen pasar menuju arah bearish dan mempercepat aksi jual yang terjadi saat ini di pasar kripto.
Sebagai disclaimer, setiap keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. Disarankan untuk selalu mempelajari dan menganalisis sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil dan segala konsekuensinya.
