Tuesday, July 21, 2026

Kisah Remaja 20 Tahun Curi Bitcoin Rp 233 Miliar: Foya-Foya Uangnya

Share

Dokumen pengadilan baru-baru ini mengungkapkan penggunaan dana hasil kejahatan untuk gaya hidup mewah di dua kota besar Amerika Serikat, Miami dan Los Angeles. Jaksa mengungkapkan bahwa sekitar US$ 1,2 juta telah dihabiskan dalam rentang waktu hanya dua bulan untuk membeli kendaraan mewah, perhiasan, perjalanan dengan jet pribadi, penginapan eksklusif, dan keperluan pribadi lainnya.

Gaya Hidup Mewah di Miami dan Los Angeles

Dibantu oleh Brandon Tardibone, pemilik bisnis penyewaan mobil mewah yang juga telah mengakui kesalahannya dalam kasus pencucian uang, Johnston diduga membeli dan menyewa sejumlah kendaraan premium, termasuk Lamborghini Aventador SVJ dan dua unit BMW. Dana hasil kejahatan juga digunakan untuk menyewa jet pribadi, membayar properti sewaan di North Miami, dan membiayai perjalanan sejumlah tamu.

Pemeriksaan Pada Maret Lalu

Keberadaan Johnston terungkap dalam kasus ini setelah penyidik melakukan pemeriksaan lalu lintas pada bulan Maret lalu di mana ia tertangkap sedang mengendarai mobil mewah Rolls-Royce. Di dalam mobil tersebut, aparat menyita berbagai perangkat elektronik dan catatan tulisan tangan yang dianggap sebagai bukti keterlibatannya dalam operasi penipuan kripto.

Dalam proses hukum, Johnston telah menyerahkan sekitar 53,16 Bitcoin dan 275,23 Ether yang saat ini setara dengan nilai US$ 3,7 juta. Jaksa telah merekomendasikan hukuman penjara antara 51 hingga 63 bulan untuk Johnston. Sebagai bagian dari kesepakatan pengakuan bersalah, sejumlah dakwaan penipuan elektronik lainnya akan dicabut.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto