Saturday, June 13, 2026

Kontrol Emosi di Jalan: Tips Keselamatan Mengemudi

Share

Pengendara diharapkan dapat mengontrol emosi saat mengemudi. Menurut Sony Susmana, seorang pengamat dan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), hal tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Contohnya adalah insiden pengemudi taksi elektrik yang menabrak kios rumah makan baru-baru ini. Sony menekankan perlunya pemahaman yang baik tentang sistem operasional kendaraan, baik kendaraan listrik (EV) maupun dengan mesin pembakaran internal (ICE) yang dilengkapi transmisi otomatis. Pentingnya kontrol emosi juga disoroti karena dapat mencegah tindakan terburu-buru yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Dalam kasus yang disebutkan, Sony menyoroti bahwa pengemudi sepertinya kurang memahami sistem operasional kendaraannya atau tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Selain itu, Sony juga mengingatkan pentingnya untuk memastikan kendaraan dalam keadaan aman, seperti mematikan mesin dan menarik handbrake saat meninggalkan kendaraan. Sony menegaskan bahwa insiden tersebut mungkin disebabkan oleh kelupaan akibat emosi atau tindakan terburu-buru, terutama pada kendaraan dengan sistem selected gear model tombol/soft touch atau rotater. Untuk mencegah insiden serupa di masa depan, perusahaan penyedia jasa transportasi disarankan untuk memberikan pelatihan yang tepat yang disampaikan oleh ahli berlisensi.

Diperlukan pemahaman yang baik tentang kendaraan dan kontrol emosi yang optimal agar pengemudi dapat mengemudi secara aman dan bertanggung jawab. Semua hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya. Pelatihan dan pemahaman yang tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto