Infrastruktur inti blockchain umumnya dianggap aman dari ancaman teknologi kuantum. Meskipun begitu, titik rawan terletak pada wallet kripto. Sekitar 6,9 juta BTC saat ini disebut sangat rentan jika teknologi kuantum terus berkembang. Jaringan yang menggunakan proof-of-stake juga menghadapi risiko tambahan, terutama terkait dengan sistem tanda tangan digital yang digunakan untuk mengamankan jaringan.
Komunitas kriptografi telah mengembangkan solusi tahan kuantum selama dua dekade terakhir, dengan standar keamanan baru ditetapkan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST). Namun, implementasi teknologi baru ini tidaklah mudah. Salah satu tantangannya adalah ukuran data tanda tangan yang lebih besar, yang berpotensi memperlambat transaksi.
Proses migrasi sistem ke teknologi yang lebih aman juga kompleks, melibatkan jutaan pengguna dalam ekosistem terdesentralisasi. Seiring dengan upaya perlindungan aset kripto dari kemungkinan serangan teknologi kuantum, perhatian terus diarahkan pada penyusunan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
