Udara di Jakarta pada Jumat pagi diketahui tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti yang dilaporkan oleh IQAir pada pukul 05.00 WIB. Tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 mencapai 41 mikrogram per meter kubik, melebihi nilai panduan WHO sebanyak 8,2 kali. Partikel PM 2,5, yang terdiri dari debu, asap, dan jelaga, dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi individu dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.
Rekomendasi kesehatan yang diberikan termasuk mengenakan masker, menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela, dan menggunakan penyaring udara. Jakarta, yang menduduki peringkat kelima sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, sedang mengambil langkah-langkah untuk mengatasi pencemaran udara selama musim kemarau. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meningkatkan sistem pemantauan udara dan uji emisi kendaraan bermotor. Evaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) sedang dilakukan untuk mengatasi masalah PM 2,5 dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Kolaborasi lintas wilayah dan antar organisasi perangkat daerah diperlukan dalam upaya pengendalian pencemaran udara di Jakarta.
