Friday, September 11, 2026

Mengapa Harga RAM Naik? Penyebabnya!

Share



Harga RAM Melonjak Tajam hingga Lebih dari 100 Persen, Mengapa?

Harga Random Access Memory (RAM) di pasar global melonjak tajam sepanjang 2026, dengan kenaikan di sejumlah segmen menembus lebih dari 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh perburuan chip memori oleh perusahaan-perusahaan raksasa kecerdasan buatan (AI), yang menyedot hampir seluruh kapasitas produksi tiga produsen memori utama dunia seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Hal ini membuat konsumen dari berbagai kalangan harus membayar jauh lebih mahal untuk komponen RAM yang dulu dianggap murah.

Lonjakan Harga yang “Belum Pernah Terjadi Sebelumnya”

Lembaga riset pasar TrendForce memperkirakan harga kontrak rata-rata DRAM naik 50 hingga 55 persen pada kuartal pertama 2026 dibanding kuartal sebelumnya. Analis TrendForce, Tom Hsu, menyebut lonjakan sebesar itu sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri memori. Hal ini langsung berdampak pada laporan keuangan produsen chip, seperti Samsung yang mengalami lonjakan laba operasional hingga tiga kali lipat.

AI Jadi Penyebab Utama Kelangkaan RAM

Akar masalahnya terletak pada High Bandwidth Memory (HBM), jenis memori berkecepatan tinggi yang dipasang bersama chip pemroses grafis (GPU) untuk kecerdasan buatan. Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron beralih ke produksi HBM untuk memenuhi pesanan raksasa dari perusahaan AI seperti Nvidia, Microsoft, dan lainnya. Dampaknya, pasokan DRAM untuk konsumen dan perangkat sehari-hari menipis, menyebabkan lonjakan harga yang signifikan.

Micron bahkan menutup lini bisnis memori konsumennya, sedangkan SK Hynix menghapus batas atas harga dalam kontrak pasokan jangka panjang untuk mengikuti lonjakan harga di pasar spot.

Kenaikan Harga RAM Mulai Melambat, Tapi Belum Berhenti

Menurut laporan TrendForce, harga kontrak DRAM konvensional diperkirakan hanya naik 13 hingga 18 persen pada kuartal ketiga 2026, jauh lebih lambat dari sebelumnya. Namun, hal ini bukan karena pasokan sudah membaik, melainkan karena produsen elektronik konsumen tidak mampu lagi menyerap lonjakan harga yang terus berlangsung.

Sementara itu, permintaan dari sistem inferensi AI dan pusat data skala besar membuat pasokan DRAM dan NAND tetap ketat, dengan produsen terus mengalihkan kapasitas produksi ke produk bermargin tinggi.

Kapan Harga RAM Bisa Turun?

Perkembangan pabrik fabrikasi chip baru membutuhkan waktu, sementara permintaan AI terus tumbuh. Selama produsen masih fokus pada margin tinggi dari chip AI, harga RAM kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.


Source link

Baca selengkapnya

Crypto