Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, mengemukakan bahwa Eropa perlu lebih banyak stablecoin berbasis euro. Ia juga mendesak bank-bank di wilayah tersebut untuk mengeksplorasi deposito tokenisasi guna mengurangi dominasi Amerika Serikat dalam pembayaran digital. Saat ini, volume stablecoin yang terhubung dengan euro masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang terhubung ke dolar AS, demikian seperti yang dilansir Channel News Asia.
Stablecoin merupakan jenis kriptocurrency yang dirancang untuk menjaga nilai tetap dan memiliki dukungan dari mata uang tradisional. Beberapa bank di seluruh dunia sedang menguji teknologi ini, terutama setelah adanya aturan yang diatur oleh Presiden AS Donald Trump terkait stablecoin.
Meskipun begitu, pasar stablecoin saat ini didominasi oleh Tether yang berbasis di El Salvador, dan mereka cenderung digunakan untuk perdagangan kripto daripada pembayaran secara langsung. Sebagian besar bank Eropa menyatakan bahwa permintaan akan stablecoin masih terbatas, menurut survei yang dilakukan oleh RBC Capital Markets.
Beberapa bank Eropa, seperti ING, UniCredit, dan BNP Paribas, telah bergabung untuk merilis stablecoin baru yang berbasis euro pada tahun 2026. Mereka berharap hal ini dapat mengurangi dominasi AS dalam sektor pembayaran digital. Roland Lescure sendiri mendukung inisiatif ini dan mendorong bank-bank untuk lebih jauh mengeksplorasi deposito yang di tokenisasi.
