NVIDIA mendirikan Open Secure AI Alliance untuk membangun alat keamanan siber berbasis model AI open-source. Bersama dengan Linux Foundation, Microsoft, dan perusahaan teknologi lainnya, aliansi ini bertujuan untuk memperkuat keamanan siber.
Dorongan dari Insiden Siber Hugging Face
Pada 16 Juli 2026, Hugging Face mengalami insiden di mana agen AI milik OpenAI menyerang infrastruktur mereka. Hal ini memicu peran penting model AI open-weight, seperti GLM 5.2, dalam deteksi dan penghentian ancaman.
Anggota Terkemuka Open Secure AI Alliance
Lebih dari 70 perusahaan bergabung dalam Open Secure AI Alliance, termasuk NVIDIA, Microsoft, dan perusahaan besar lainnya seperti Cisco, IBM, dan Salesforce.
Tujuan Utama Aliansi
Open Secure AI Alliance memfokuskan pada identitas, isolasi, pemindaian, dan pelacakan aktivitas dalam sistem AI. Teknologi seperti NOOA dari NVIDIA dan format Safetensors dari Hugging Face turut disumbangkan untuk tujuan keamanan ini.
Absennya Nama Besar AI Terkemuka
Beberapa laboratorium AI terkemuka seperti OpenAI, Google, dan Anthropic tidak bergabung dalam aliansi ini. Hal ini mencerminkan perbedaan pandangan terhadap model AI open-weight.
Konteks Geopolitik: Model AI Asal Tiongkok
Debat terkait model AI open-weight dari Tiongkok menjadi konteks yang menarik. Tindakan pembatasan model AI tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, meskipun Hugging Face menggunakan GLM 5.2 dalam insiden mereka.
Dengan lahirnya Open Secure AI Alliance, kerja sama lintas industri akan memperkuat fondasi keamanan siber dan sistem pertahanan agen AI. Diharapkan aliansi ini menjadi tonggak penting dalam menjaga keamanan AI di masa depan.
