Kementerian Keuangan optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun terdapat ketidakpastian di Selat Hormuz. Menurut Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, langkah-langkah strategis akan diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, Kemenkeu berencana untuk mengoptimalkan belanja pemerintah dan percepatan realisasi belanja. hingga akhir tahun 2026.
Pada Konferensi Pers APBN KiTA Maret 2026, Febrio Kacaribu mengungkapkan bahwa upaya percepatan dalam belanja negara telah membuahkan hasil, dengan pencapaian sebesar Rp493,8 triliun atau 12,8 persen dari target pada 28 Februari lalu. Penerimaan pajak juga tumbuh 30,4 persen yoy menjadi Rp245,1 triliun. Langkah-langkah stimulus ekonomi juga telah diberikan, seperti diskon tiket kereta api, angkutan laut, dan bantuan pangan bagi 35 juta Keluarga Penerima Manfaat.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap daya beli masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Dengan adanya langkah-langkah ini, Kemenkeu berharap pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5 persen atau lebih pada kuartal I 2026, mempertahankan momentum pertumbuhan dari kuartal sebelumnya. Melalui langkah-langkah strategis ini, pemerintah bersama Kemenkeu berupaya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil dalam situasi ekonomi global yang berfluktuasi.
