Investor Satsuma Setuju Likuidasi Aset Bitcoin, Mengapa Itu Terjadi?
Keputusan investor Satsuma untuk menyetujui likuidasi aset Bitcoin senilai ratusan juta dolar telah mengejutkan banyak pihak. Sebelumnya, Satsuma menerima sumbangan 1.097 BTC sebagai bagian dari penggalangan dana yang mencapai hampir US$ 97 juta atau Rp 1,7 triliun dalam bentuk tunai.
Penjualan Bitcoin dan Kehilangan Nilai Saham
Namun, beberapa bulan kemudian, Satsuma memutuskan untuk menjual 579 BTC, setengah dari kepemilikannya, dengan harga sekitar £ 40 juta atau Rp 957,63 miliar. Penjualan ini dilakukan untuk membayar kembali pemegang obligasi yang memilih untuk tidak mengkonversi utang mereka menjadi saham. Pada bulan April, saham Satsuma (LSE: SATS) mengalami penurunan lebih dari 99% dari puncaknya pada Juni 2025.
Revisi Strategi Investor Bitcoin
Keputusan likuidasi aset Bitcoin oleh Satsuma merupakan bagian dari tren yang sedang terjadi di kalangan pemegang Bitcoin korporat lainnya. Empery Digital misalnya, baru-baru ini menjual 1.400 BTC dengan nilai lebih dari US$ 87 juta atau Rp 1,5 triliun untuk membiayai investasi pusat data AI serta melunasi utang.
Di sisi lain, TD Cowen memangkas target harga untuk The Smarter Web Company, perusahaan perbendaharaan Bitcoin terkemuka di Inggris, sebesar 36%. Meskipun demikian, mereka tetap mempertahankan peringkat Beli. Saat ini, TSWC memiliki 2.878 BTC senilai lebih dari US$ 191 juta atau Rp 3,4 triliun.
Seluruh perubahan ini mencerminkan upaya investor dalam menyesuaikan strategi investasi mereka berdasarkan volatilitas pasar dan keuntungan yang diharapkan. Itulah sebabnya Satsuma bersama investor lainnya memutuskan untuk melikuidasi sisa aset Bitcoin mereka dan mengembalikan modal yang ada.
Sebagai pembaca, selalu penting untuk melakukan riset dan analisis mendalam sebelum melakukan keputusan investasi, terutama dalam aset kripto yang cenderung volatil. Keputusan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan setiap konsekuensi baik itu keuntungan maupun kerugian harus dipertimbangkan dengan matang.
