Pemerintah Indonesia akan segera meluncurkan proyek Waste to Energy (PSEL) di 34 titik untuk mengatasi masalah penumpukan sampah. Proyek ini merupakan bagian dari program hilirisasi untuk mengolah lebih dari 1.000 ton sampah setiap hari. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, serta mendukung kemandirian energi nasional. Proyek PSEL menggunakan teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi seperti panas, listrik, atau bahan bakar alternatif, dengan harapan dapat menekan ketergantungan pada energi konvensional. Selain proyek PSEL, pemerintah juga akan memulai proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kebutuhan Indonesia terhadap gas LPG. Proyek ini merupakan salah satu dari 18 proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi mencapai Rp600 triliun. Kegiatan ini turut dipimpin oleh Danantara Indonesia. Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara menekankan pentingnya implementasi proyek ini untuk mengatasi risiko lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh penumpukan sampah.Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional seperti batu bara.
Share
Baca selengkapnya
