Pemerintah Perkuat Pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah
Pemerintah tengah menguatkan pengembangan food estate di Kalimantan Tengah melalui penerapan manajemen risiko lintas sektor. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan efektivitas proyek, tetapi juga mendukung target swasembada pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) Lintas Sektor
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk menutup celah-celah hasil proyek sebelumnya yang tidak optimal. Pemerintah kini menerapkan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor agar proyek Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN) di Kalimantan Tengah dapat berjalan dengan lebih efisien.
Hanif mengungkapkan bahwa proyek food estate di Kalimantan Tengah melibatkan berbagai kementerian dan lembaga seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, dan Kejaksaan Agung. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung tata kelola yang lebih baik dan transparan.
Fokus di Luar Kawasan Hutan
Pemerintah juga akan memfokuskan pengembangan food estate pada lahan di luar kawasan hutan. Langkah ini diambil setelah melakukan kajian bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan kementerian terkait sejak tahun 2020. Dengan demikian, diharapkan masalah lingkungan dan tata guna lahan yang kerap menjadi kendala dapat dihindari.
Hanif menekankan bahwa pengembangan food estate di Kalimantan Tengah tidak hanya membuat program swasembada pangan terpusat di Papua Selatan, tetapi juga melibatkan empat provinsi lainnya. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah yang serius dalam membangun ketahanan pangan Indonesia.
Pemerintah mencanangkan program food estate di berbagai provinsi seperti Papua, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah. Setiap daerah difokuskan untuk menghasilkan komoditas pertanian sesuai dengan karakteristik lahannya.
Di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, misalnya, pemerintah fokus pada pengembangan kentang, bawang putih, dan bawang merah. Sementara itu, Kalimantan Tengah akan difokuskan pada produksi padi dan singkong.
Sumber: Antara
