Tuesday, July 21, 2026

Pemkab Lumajang Menegaskan Video Viral Erupsi Gunung Semeru adalah Hoaks

Share

Pemkab Lumajang Membantah Video Erupsi Gunung Semeru sebagai Hoaks

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dengan tegas membantah bahwa video yang viral di media sosial mengenai erupsi Gunung Semeru adalah hoaks. Akun YouTube @bencanapopuler mengunggah video pada 3 Juli 2026 yang menampilkan narasi menyesatkan terkait erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Verifikasi Data Resmi BPBD Lumajang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa hasil penelusuran menunjukkan video tersebut tidak sesuai dengan data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Berdasarkan laporan resmi, Gunung Semeru memang mengalami erupsi pada 3 Juli 2026 dan 4 Juli 2026 dengan tinggi kolom letusan abu yang teramati. Namun, video yang beredar memiliki narasi yang tidak sesuai dengan fakta.

Status Gunung Semeru dan Rekomendasi PVMBG

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar.

Isnugroho menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat guna mencegah kepanikan dan gangguan selama bencana. Masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi. Keberadaan data resmi dari PVMBG, BPBD Kabupaten Lumajang, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadi rujukan utama dalam situasi seperti ini.

Dengan kewaspadaan yang dibangun melalui informasi yang akurat, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung mitigasi bencana serta mencegah penyebaran informasi hoaks yang dapat menimbulkan keresahan.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto