Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah melakukan pengerukan terhadap 15 waduk dan kali di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas tampungan air guna menghadapi potensi hujan ekstrem dan mencegah banjir. Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, mengungkapkan bahwa pengerukan ini merupakan upaya menghadapi cuaca ekstrem. Salah satu contohnya adalah pengerukan Kali Cakung Lama di Cilincing, yang telah dimulai sejak 2025 dan masih berlanjut hingga saat ini. Lebar kali yang mulanya dua meter telah diperlebar hingga 10 hingga 15 meter di beberapa segmen.
Pengerukan juga dilakukan di area lain seperti Kali Lagoa Tirem, Inlet IV A dan IV B, yang mengalir ke Waduk Danau Cincin, serta di Waduk Pluit, Kali Angke, dan Kali Adem. Perubahan tata ruang dalam puluhan tahun terakhir menyebabkan penyumbatan aliran air sehingga menimbulkan banjir. Suku Dinas SDA Jakarta Utara juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat dan banjir rob yang diprediksi akan terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di DKI Jakarta pada 16 hingga 19 Februari 2026. Peringatan waspada diberikan untuk Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, sedangkan peringatan siaga untuk wilayah lain di Jakarta serta Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. BMKG memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang dapat berdampak signifikan terhadap masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur.
