Kenapa Kita Tidak Bisa Berhenti Melakukan Doomscrolling?
Apakah Anda sering merasa sulit untuk berhenti menggulir berita negatif di media sosial? Tahukah Anda bahwa kebiasaan ini sebenarnya memiliki dampak buruk pada otak kita? Otak manusia secara alami memiliki kecenderungan untuk lebih peka terhadap informasi negatif. Hal ini bermula dari masa prasejarah di mana manusia purba yang lebih waspada terhadap ancaman memiliki peluang bertahan hidup lebih tinggi. Dalam konteks modern, ancaman tersebut berubah menjadi berita buruk yang kita konsumsi setiap hari.
Bagaimana Doomscrolling Mempengaruhi Otak?
Doomscrolling, atau kebiasaan membaca berita buruk secara terus menerus, dapat memberikan dampak besar pada sistem otak kita. Beberapa cara di mana hal ini memengaruhi otak kita antara lain:
- Membajak Amygdala (Pusat Rasa Takut pada Otak): Doomscrolling memicu aktivitas berlebihan pada bagian otak yang mengatur respons terhadap ancaman. Hal ini membuat otak kita terus merasa dalam kondisi stres.
- Terjadinya Fenomena “Popcorn Brain”: Kondisi di mana otak terlalu dipenuhi stimulus dan sulit fokus.
- Kekacauan Sistem Dopamin: Menciptakan perilaku adiktif dalam mencari informasi berita negatif.
- Gangguan Ritme Sirkadian dan Memori: Doomscrolling sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur dan kualitas tidur kita.
Untuk menghentikan siklus doomscrolling ini, diperlukan kesadaran diri dan batasan yang tegas. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Jauhkan ponsel dari tempat tidur.
- Gunakan mode Grayscale untuk menurunkan daya tarik visual ponsel.
- Batasi waktu layar dengan fitur pengingat (screen time).
- Matikan notifikasi yang tidak penting.
