Wednesday, May 13, 2026

Pengidentifikasi Manusia Wi-Fi: Maksimalkan Keamanan dan Kinerja!

Share

Dalam dunia sistem keamanan dan video pengawasan (video surveillance), melakukan re-identifikasi orang (Person Re-Identification atau Re-ID) adalah tugas utama yang sangat menantang. Teknologi keamanan telah bergantung pada data visual dari kamera, namun terdapat keterbatasan ketika kondisi ruang gelap, objek terhalang, atau posisi kamera tidak ideal. Sebuah inovasi terbaru bernama WhoFi hadir sebagai solusi revolusioner yang memanfaatkan sinyal Wi-Fi untuk mengenali individu secara akurat sambil menjaga privasi.

Sistem kamera tradisional memiliki beberapa keterbatasan termasuk sensitivitas terhadap cahaya, rentan terhadap halangan (oklusi), dan keterbatasan sudut pandang yang membuat sistem visual kurang tangguh saat diterapkan di lingkungan dunia nyata yang tidak terprediksi.

Untuk mengatasi keterbatasan kamera tradisional, para peneliti mengembangkan pendekatan non-visual dengan memanfaatkan sinyal Wi-Fi. Keunggulan menggunakan sinyal Wi-Fi antara lain adalah kemampuannya untuk beroperasi dalam kondisi gelap gulita tidak terpengaruh cahaya, melewati dinding, dan menjaga privasi individu.

WhoFi menggunakan data Channel State Information (CSI) untuk mengidentifikasi individu. Sinyal Wi-Fi berinteraksi dengan tubuh manusia dan menciptakan tanda tangan biometrik radio yang unik. Proses ini didukung oleh Deep Neural Network (DNN) dan encoder berbasis Transformer untuk membaca pola rumit dari data CSI.

Hasil uji coba menunjukkan akurasi tinggi dari WhoFi tanpa menggunakan kamera. Teknologi ini membuka paradigma baru dalam pengenalan manusia dengan memanfaatkan fitur biometrik non-visual dalam sinyal Wi-Fi. WhoFi memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan teknologi penginderaan biometrik nirkabel untuk sistem keamanan pintar di masa depan.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto