Akademisi Universitas Tadulako Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Ketahanan Pangan
Akademisi dari Universitas Tadulako (Untad) Palu menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Mereka berperan dalam riset, inovasi teknologi, dan pendampingan langsung kepada petani untuk memastikan produksi pangan berkelanjutan.
Peran Historis Perguruan Tinggi dalam Ketahanan Pangan
Guru Besar Fakultas Pertanian Untad, Muhammad Anshar Pasigai, menyoroti sejarah kolaborasi antara pemerintah, peneliti, penyuluh, dan petani yang telah membawa Indonesia menuju swasembada beras pada era 1980-an. Keberhasilan tersebut didukung oleh program Bimbingan Massal (Bimas) dan Intensifikasi Massal (Inmas) yang memberikan pembiayaan, penyuluhan, dan teknologi pertanian kepada petani.
Anshar menekankan bahwa pengembangan varietas padi unggul dan teknologi budidaya adalah kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui riset, perguruan tinggi bisa memberikan inovasi varietas unggul, teknologi budidaya, dan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah yang dapat diterapkan secara luas.
Keterlibatan Mahasiswa dalam Pendampingan Petani
Selain riset, Anshar juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendampingan dan penyuluhan kepada petani. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi inovasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan petani menjadi kunci untuk menjamin ketahanan pangan nasional dan meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Capaian Swasembada 2025 dan Tantangan ke Depan
Anshar menegaskan bahwa capaian swasembada beras pada tahun 2025 menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan. Meskipun capaian tersebut positif, tantangan di masa depan tetap besar, termasuk pengembangan inovasi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha tani.
Sumber: Antara
