Tuesday, July 21, 2026

Radioisotop BRIN-ITB: Menuju Kemandirian Medis Indonesia

Share

Teknologi Dual-Chamber Radioisotop: Terobosan Penting untuk Kemandirian Medis Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah berhasil mengembangkan inovasi strategis di bidang teknologi nuklir medis yang berpotensi mengubah pemandangan layanan kesehatan di Tanah Air. Kolaborasi antara kedua lembaga riset ini menghasilkan teknologi dual-chamber pada siklotron, membawa dampak besar terutama dalam memperkuat kemandirian teknologi kedokteran nuklir nasional.

Revitalisasi Produksi Radioisotop: Solusi Efisien dan Efektif

Teknologi dual-chamber yang baru dikembangkan oleh BRIN dan ITB membawa konsep produksi dua radioisotop vital, yaitu Fluorine-18 (F-18) dan Phosphorus-32 (P-32), secara bersamaan dalam satu siklus iradiasi menggunakan siklotron. Inovasi ini menandai langkah besar dalam menigkatkan efisiensi, produktivitas, dan kemandirian produksi radioisotop medis di Indonesia.

Manfaat Signifikan bagi Dunia Medis

Kedua radioisotop, F-18 dan P-32, memiliki peran penting dalam dunia medis. F-18 digunakan secara luas dalam pencitraan kanker dengan metode PET, sementara P-32 vital dalam terapi beberapa jenis kanker dan aplikasi lain di berbagai sektor. Dengan ketersediaan keduanya secara lokal, diharapkan akses terhadap layanan kesehatan nuklir di Indonesia akan semakin mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

Inovasi Berbasis Neutron: Optimalisasi Energi untuk Kemanfaatan Maksimal
Salah satu keunggulan teknologi dual-chamber adalah pemanfaatan neutron yang selama ini terbuang menjadi bagian integral dari proses produksi radioisotop. Dengan pendekatan inovatif ini, energi yang sebelumnya terbuang dapat digunakan untuk merangsang reaksi pembentukan P-32, menghasilkan efisiensi proses yang lebih tinggi.

Publikasi dan Dukungan Kolaborasi

Penelitian ini telah dipublikasikan dengan judul “A Novel Dual-Chamber Cyclotron Target for Simultaneous Production of F-18 and P-32” oleh tim peneliti terdiri dari Imam Kambali dari BRIN, Fabian Yoga Prastha, dan Zaki Su’ud dari ITB. Kolaborasi antara ahli fisika nuklir ini telah memperlihatkan hasil konkret dan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan teknologi medis di Indonesia.

Penguatan Infrastruktur Kesehatan Nuklir Nasional

Siklotron DECY-13 merupakan infrastruktur penting dalam pengembangan teknologi nuklir medis di Indonesia yang didukung oleh BRIN. Kolaborasi BRIN dan ITB dalam mengembangkan teknologi dual-chamber ini sejalan dengan upaya penguatan infrastruktur yang mendukung kemandirian dalam produksi radioisotop medis secara efisien dan mandiri.

Melalui langkah-langkah konkrit ini, Indonesia semakin mendekat menuju kemandirian dalam teknologi nuklir medis, yang berpotensi mengurangi biaya layanan kesehatan, menyediakan akses lebih luas bagi diagnosis dan terapi kanker, dan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam penguasaan teknologi radioisotop.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto