Transformasi lanskap teknologi India sedang mengalami perkembangan signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menyongsong India-AI Impact Summit 2026 yang akan diadakan di New Delhi pada 19-20 Februari, India kini bergerak lebih dari sekadar sebagai pusat outsourcing IT global. Negara ini kini menegaskan kepemimpinannya dalam inovasi melalui dua pilar utama, yaitu Sovereign AI dan Agentic AI.
Kedaulatan AI (Sovereign AI) menjadi fokus utama dalam upaya menjaga data serta identitas bangsa. Ketergantungan pada model AI asing menjadi kekhawatiran global yang mendorong pengembangan Sovereign AI di India. Konsep ini memberikan kontrol lokal atas data, infrastruktur komputasi, dan model bahasa yang disesuaikan dengan kebudayaan dan bahasa asli India. IndiaAI Mission mendukung misi ini dengan alokasi dana sebesar ₹10.300 crore untuk membangun infrastruktur komputasi yang demokratis demi mendukung startup dan peneliti lokal.
Sementara itu, Agentic AI mengubah model bisnis IT tradisional di perusahaan-perusahaan di India. Berbeda dengan AI generatif biasa, Agentic AI mampu merencanakan, mengambil keputusan, dan mengeksekusi alur kerja tanpa campur tangan manusia. Langkah-langkah terbaru dalam perkembangan AI Agenik di India meliputi pendirian IBM Agentic AI Innovation Center dan transformasi perusahaan IT India seperti yang dilakukan oleh HCLTech dan Hexaware.
Perkembangan yang pesat ini membawa tantangan bagi model penagihan IT yang berbasis jam kerja di India. AI Agenik telah memberikan disrupsi signifikan dalam cara perusahaan IT melakukan bisnis. Konvergensi antara Sovereign AI dan Agentic AI juga terlihat dalam proyek-proyek terbaru di India, seperti integrasi kerangka kerja AI Agenik dalam model bahasa Indic oleh Maker’s Lab dari Tech Mahindra.
Dengan demikian, India semakin menjadi pemain utama dalam revolusi kecerdasan buatan global. Peralihan dari “AI untuk analitik” menjadi “Agen untuk aksi” dipadukan dengan infrastruktur milik sendiri, memastikan bahwa India bukan lagi hanya pasar untuk raksasa teknologi Barat, tetapi menjadi arsitek utama dalam revolusi teknologi di masa depan.
