Riot Platforms Jual 4300 Bitcoin untuk Bangun Pusat Data AI
Keputusan perusahaan tambang kripto, Riot Platforms, untuk menjual 4300 Bitcoin guna memperkuat bisnisnya dalam era kecerdasan buatan (AI) mengejutkan banyak pihak. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan pasar dan biaya tambang yang semakin tinggi.
Biaya Tambang Bitcoin Naik Drastis
Biaya langsung untuk menambang satu Bitcoin telah melonjak menjadi US$49.912, dipicu oleh tarif energi yang semakin tinggi dan juga ekspansi kapasitas Riot Platforms di Kentucky. Hal ini menjadi faktor utama yang mendorong manajemen untuk menjual sebagian kepemilikan Bitcoin perusahaan.
Penjualan 4300 Bitcoin dilakukan ketika pendapatan tambang Riot Platforms mencapai US$113,7 juta. Meski terlihat sebagai langkah defensif, penjualan aset kripto tersebut tidak menggerus posisi keuangan perusahaan secara signifikan.
Transformasi Bisnis Riot Platforms
Dengan menjual sebagian cadangan Bitcoin, Riot Platforms bisa melihat perlindungan keuangan lebih lanjut. Perusahaan mengklaim memiliki bantalan likuiditas sebesar US$1,2 miliar, dengan sebagian besar terdiri dari kas serta 11.380 Bitcoin yang tersimpan.
Keberadaan cadangan Bitcoin ini menunjukkan bahwa Riot Platforms tetap memegang aset kripto sebagai bagian dari strategi keuangan. Namun, dengan pergeseran fokus bisnis ke pusat data AI, perusahaan berusaha mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari penambangan Bitcoin murni.
