Wednesday, May 13, 2026

Risiko Deepfake: AI Ubah Foto Wajah ke Suara

Share

Seedance 2.0, sebuah model pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh ByteDance, baru-baru ini menjadi viral di Tiongkok namun kini menghadapi pengawasan industri karena kontroversi teknis. Model ini memiliki kemampuan menghasilkan karakteristik suara yang sangat akurat hanya dengan menggunakan gambar wajah, bahkan tanpa izin dari pengguna. Meskipun kemampuannya teknis yang kuat, fitur ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait privasi dan etika, sehingga pihak pengembang telah menangguhkannya.

Seedance 2.0 menggunakan arsitektur dual-branch diffusion transformer untuk menghasilkan visual video dan audio asli secara bersamaan. Pengguna dapat memasukkan teks atau mengunggah gambar, dan dalam waktu 60 detik, model ini dapat menghasilkan urutan multi-shot pada resolusi 2K. Keunggulan fiturnya adalah kemampuan untuk menghasilkan konten multi-adegan yang koheren dari satu perintah, secara otomatis merinci logika naratif sambil mempertahankan representasi karakter yang konsisten.

Pada uji coba terbaru, model tersebut diketahui mampu menghasilkan audio yang mirip dengan suara aslinya hanya dengan mengunggah foto wajah tanpa izin. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi pemalsuan identitas yang didorong oleh AI. Operator platform Jimeng yang merupakan aplikasi Seedance 2.0 untuk pasar Tiongkok telah mengumumkan penangguhan fitur yang memungkinkan pengguna menggunakan foto atau video asli sebagai subjek referensi demi menjaga lingkungan kreatif yang sehat.

ByteDance telah melakukan penyesuaian untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan menegakkan tanggung jawab dalam pengembangan AI yang etis. Meskipun optimis tentang potensi Seedance 2.0, para pengamat industri menekankan perlunya keamanan, kontrol, dan akuntabilitas dalam setiap penerapannya di dunia nyata. Tantangan global saat ini adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara inovasi, kepatuhan data, dan perlindungan hak cipta dalam industri AI.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto