Sensus Ekonomi 2026 Jawa Barat Targetkan 5,54 Juta Pelaku Usaha
Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan target besar untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat. Mereka berharap mampu mendata tidak kurang dari 5,54 juta pelaku usaha dan sekitar 17,7 juta keluarga. Wakil Ketua BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengungkapkan target tersebut langsung di Lembur Pakuan, Subang, saat acara peluncuran sensus ekonomi bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Sonny menyebut bahwa jumlah pelaku usaha yang mencapai jutaan orang ini merupakan tantangan besar karena populasi Jawa Barat yang signifikan. Untuk mencapai target tersebut, BPS akan melibatkan 40.573 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara door to door. Selain itu, pegawai organik BPS dari berbagai daerah, termasuk di kabupaten/kota di Jawa Barat, juga turut serta dalam mendukung kegiatan sensus ekonomi ini.
Dukungan Penuh Gubernur Jabar dan Aplikasi Inovatif
Gubernur Dedi Mulyadi memberikan dukungan penuh untuk kegiatan sensus ekonomi di Jawa Barat. Salah satu bentuk dukungan yang unik adalah peluncuran aplikasi khusus yang dikenal dengan nama ‘Jabar Eco Tech’. Aplikasi ini dianggap sebagai satu-satunya di Indonesia dan akan digunakan untuk melakukan eco tagging, yaitu pencatatan koordinat usaha di berbagai tempat dengan melibatkan masyarakat setempat.
Aplikasi ‘Jabar Eco Tech’ akan memudahkan BPS dalam memetakan lokasi usaha, termasuk usaha berbasis digital yang tidak memiliki plang nama. Dalam acara yang sama, Gubernur juga mengundang para pemangku kepentingan untuk menandatangani komitmen bersama demi kelancaran sensus ekonomi di Jawa Barat.
Pendataan Hingga ke Usaha Digital Tanpa Plang
Sonny menegaskan pentingnya petugas masuk ke rumah-rumah warga untuk mendata usaha-usaha yang mungkin tidak terlihat dari luar, termasuk usaha digital yang semakin populer. Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa sensus ekonomi sangat berperan dalam merumuskan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, sehingga ia memberikan dukungan penuh untuk kegiatan ini. Dedi bahkan menyarankan agar sensus ekonomi dilakukan setiap tahun di Jawa Barat untuk mendukung perumusan kebijakan yang lebih akurat.
