Tuesday, October 13, 2026

Setiawan Santoso Raih Podium Perdana GTWCA di Beijing

Share

Setiawan Santoso membawa Climax Racing memenangi Race 1 GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 di Beijing, meski Mercedes-AMG GT3 yang dikendarainya menghadapi masalah pada sistem pengereman dan ABS. Pembalap asal Surabaya, Jawa Timur, itu menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 1:01:35.102.

Kemenangan tersebut diraih dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Setiawan mengatakan gangguan pada rem dan ABS membuat kemampuan mobil untuk melakukan pengereman tidak bekerja secara maksimal. Ia pun harus mengantisipasi masalah itu dengan mengerem lebih awal dibandingkan kondisi normal.

“Sebenarnya mobil kita sedang tidak baik-baik saja. Ada masalah di rem dan ABS-nya, jadi tidak bisa optimal performance braking-nya sehingga mesti nge-rem lebih awal dari normalnya,” ujar Setiawan dalam pesan singkat.

Insiden di lintasan membantu Climax Racing

Selain persoalan teknis, jalannya balapan turut memengaruhi hasil akhir. Sejumlah kecelakaan dan pelanggaran membuat beberapa pembalap menerima penalti. Perubahan situasi di lintasan itu membuka peluang bagi Climax Racing untuk mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis.

“Tadi banyak yang kecelakaan dan banyak yang kena penalty pelanggaran. Jadi kejadian-kejadian ini memudahkan mobil kita untuk leading sampai akhir lomba,” kata Setiawan.

Tantangan lain datang dari karakter sirkuit jalan raya Beijing. Dibandingkan sirkuit permanen, lintasan tersebut memiliki aspal dengan tingkat grip lebih rendah. Permukaan yang bergelombang juga membuat mobil lebih sulit dikendalikan, khususnya ketika memasuki zona pengereman.

“Street circuit memang resiko tinggi karena aspal grip-nya lebih rendah dari aspal circuit yang khusus. Selain itu juga gelombang aspalnya mental-mental mobilnya, apalagi pas di braking zone memang lebih berbahaya,” jelasnya.

Masalah rem menjadi pekerjaan rumah

Hasil di Beijing menempatkan Setiawan dan Climax Racing di posisi terdepan dalam perebutan gelar untuk sementara. Namun, Setiawan tidak menganggap persaingan telah selesai karena musim masih menyisakan perjalanan panjang.

“Sementara ini leading, tapi perjalanan masih panjang,” ucapnya.

Putaran berikutnya akan berlangsung di Shanghai. Seri yang sebelumnya mengalami penundaan itu dijadwalkan digelar pada akhir Oktober hingga awal November. Menjelang balapan tersebut, penyelesaian masalah rem dan ABS menjadi fokus utama tim.

Setiawan menilai peluang meraih kemenangan akan lebih sulit apabila gangguan itu masih muncul pada balapan berikutnya. Meski demikian, ia memastikan tetap berupaya maksimal bersama Climax Racing.

“Kalau besok masih problem rem dan ABS-nya, kayaknya berat kesempatan untuk menangnya. Tetapi tentunya kita akan tetap berusaha semaksimal mungkin,” tuturnya.

Untuk menjaga peluang di tengah persaingan, Climax Racing akan mengutamakan balapan tanpa insiden dan penalti. “Strategi yang pasti berusaha menghindari accident dan penalty. Berusaha clean race saja,” tegas Setiawan.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto