Tuesday, October 13, 2026

Siapa Pembuat Model AI Gratis yang Viral Ini?

Share

Model kecerdasan buatan (AI) bernama Ox Alpha memicu kehebohan setelah muncul tanpa identitas pembuat di platform agregator AI OpenRouter pada 20 Agustus 2026. Tidak ada nama perusahaan, pengumuman resmi, maupun peluncuran publik yang menyertainya. Namun, dalam waktu singkat, model tersebut langsung menduduki posisi teratas di sejumlah leaderboard AI.

Performa yang ditampilkan Ox Alpha menjadi alasan utama perhatian komunitas teknologi. Ben Davis, seorang pengembang, menguji model itu pada 10 tugas dan mencatat tingkat keberhasilan 80 persen untuk pekerjaan coding dalam percobaan pertama. Hasil tersebut berada di atas Claude Fable 5 milik Anthropic yang mencapai 65 persen dan GPT-5.6 Sol dari OpenAI dengan 52 persen.

Hasil pengujian itu menyebar luas di media sosial hanya dalam beberapa hari. Keberadaan Ox Alpha yang tidak disertai identitas resmi membuat publik dan analis AI berlomba mencari tahu perusahaan di baliknya. Google, Xiaomi, DeepSeek, dan divisi AI Microsoft, MAI, sempat disebut sebagai pihak yang mungkin mengembangkan model tersebut.

Jejak teknis mengarah ke Zhipu AI

Spekulasi kemudian mengerucut pada Zhipu AI, perusahaan asal China yang mengembangkan seri model GLM. Dugaan itu diperkuat oleh jejak digital berupa kemiripan struktur tokenizer Ox Alpha dengan teknologi yang digunakan dalam model-model Zhipu AI.

Perhatian terhadap model tersebut bahkan datang dari Patrick Collison. CEO Stripe itu menyebut Ox Alpha “sangat mengesankan” melalui unggahannya di platform X. Stripe sendiri baru saja mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi OpenRouter, platform tempat Ox Alpha pertama kali ditemukan.

Setelah beberapa hari menjadi teka-teki, Z.ai akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka merupakan pihak di balik Ox Alpha. Z.ai adalah nama dagang Zhipu AI. Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa bobot model atau weights Ox Alpha akan dirilis untuk publik.

Dirancang untuk coding dan pekerjaan agentic

Menurut Z.ai, Ox Alpha merupakan iterasi terbaru dari lini GLM. Model ini dikembangkan sebagai reasoning model untuk menangani pekerjaan coding, tugas agentic jangka panjang, serta beban kerja produksi yang menggabungkan teks dan konteks visual.

Perusahaan menyebut Ox Alpha sesuai untuk rekayasa perangkat lunak berskala besar dan alur kerja yang membutuhkan pemahaman terhadap teks sekaligus gambar. Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa model ini tidak hanya ditujukan untuk percakapan umum, tetapi juga untuk penggunaan teknis dan proses kerja yang berlangsung dalam sejumlah tahap.

Pola “model siluman” dari China

Kemunculan Ox Alpha mengikuti pola yang sebelumnya terlihat pada beberapa model AI China lain di OpenRouter. Pony Alpha kemudian diketahui sebagai GLM-5, Hunter Alpha teridentifikasi sebagai MiMo-V2-Pro milik Xiaomi, sedangkan Owl Alpha dikaitkan dengan LongCat-2.0 dari Meituan.

Strategi menempatkan model secara anonim sebelum peluncuran resmi dinilai mampu membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus memberi kesempatan bagi komunitas pengembang global untuk mengujinya dalam kondisi nyata. Fenomena ini juga memperkuat sorotan terhadap model-model AI China yang menawarkan biaya lebih rendah dengan kemampuan tinggi, sehingga berpotensi merebut pangsa pasar perusahaan AI premium seperti OpenAI dan Anthropic.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto