Pada kuartal pertama tahun ini, SpaceX, produsen roket antariksa dan satelit internet Starlink, merilis laporan keuangannya yang menarik. Meskipun pendapatan perseroan naik hampir dua kali lipat, namun pengeluaran juga melonjak secara signifikan.
Pendapatan Naik, Pengeluaran Meningkat
Dilansir dari BBC, SpaceX yang dipimpin oleh Elon Musk membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 92%, mencapai US$ 7,8 miliar atau sekitar Rp 140,15 triliun. Namun, pengeluaran perusahaan juga meningkat lebih dari 550%, mencapai US$ 18,3 miliar atau sekitar Rp 328,83 triliun. Hal ini menyebabkan kerugian bersih SpaceX sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 35,93 triliun selama enam bulan pertama tahun 2026.
Starlink: Menyumbang Sebagian Besar Laba
Selama kuartal kedua, SpaceX menyoroti Starlink sebagai satu-satunya bagian perusahaan yang berhasil mencetak laba, dengan pendapatan sebesar US$ 1,6 miliar. Elon Musk optimis bahwa Starlink akan terus tumbuh secara signifikan di masa depan. Bahkan, Musk berani memprediksi bahwa suatu hari nanti, Starlink bisa menjadi penyedia layanan internet utama di seluruh dunia.
Saham SpaceX sendiri turun hampir 9% dalam perdagangan di luar jam bursa. Meskipun begitu, Elon Musk merasa bahwa banyak orang yang masih meremehkan potensi SpaceX di pasar.
